Ada Cinta Dalam Tembang Asmaradana

Ada cinta dalam tembang Asmaradana. Terlebih karena nama tembang macapat ini sendiri memang terbentuk dari dua kata. Pertama adalah kata asmara yang bermakna cinta, kedua adalah kata dahana yang bermakna api.

Dengan demikian, Asmaradana adalah tembang tentang cinta yang membara laksana api.


Lirik Tembang Asmaradana

Tiap-tiap tembang macapat sesungguhnya mengandung filosofi. Masing-masing mewakili tahap kehidupan manusia, dari lahir hingga mati. Adapun Asmaradana sendiri mewakili rasa suka dan kasmaran yang dirasakan sepasang manusia. Antara anak Adam dan keturunan Hawa.

Contohnya adalah satu salah bait Asmaradana berikut ini. Digubah oleh R. Ng. Yasadipura, bait berikut biasa digunakan untuk memberikan wejangan kepada para pasangan pengantin baru. Karena namanya berumah tangga itu bukan cuma sekedar anugerah, tetapi juga tantangan untuk menempuh hidup berdua.

“Gegaraning wong akrami

Dudu bandha dudu rupa

Amung ati pawitane

Luput pisan kena pisan

Yen gampang luwih gampang

Yen angel, angel kalangkung

Tan kena tinumbas arta”

Terjemahan:

“Modal orang membangun rumah tangga

Bukan harta bukan rupa

Hanya hati bekalnya

Gagal sekali, berhasil juga sekali

Jika mudah maka terasa sangat mudah

Jika susah maka terasa sangat susah

Tidak bisa dibeli dengan uang”

Makna Tembang Asmaradana

tembang-asmaradana-macapat-arti-tembang-asmaradana‘Gegaraning wong akrami’ merupakan pemahaman tentang modal utama atau bekal membangun rumah tangga. Bukan harta benda, bukan pula wajah atau penampilan fisik semata (Dudu bandha dudu rupa).

Memilih jodoh tidak semestinya ditentukan berdasarkan kecantikan, ketampanan maupun harta kekayaan. Bukan pula wajah yang mulus atau otot yang kekar. Pertimbangan-pertimbangan materi ini bisa jadi justru akan menjadikan berat dan kecewa di kemudian hari. Karena pertimbangan duniawi tersebut merupakan hal sementara yang bisa hilang kapan saja. Terutama seiring berjalannya usia.

‘Amung ati pawitane’ artinya hanya berbekal hati. Pendamping hidup yang terbaik adalah yang berhati bersih. Bila kotor oleh syahwat ataupun kesenangan sesaat, akan lupa segala martabat. Keputusan untuk berumah tangga semestinya diambil dengan niat tulus, tekad yang bulat dan hati yang ikhlas. Itulah landasan kokoh berumah tangga.

Incoming search terms: