Apakah Pria Bisa Melupakan Selingkuhannya?

Bahasan kita kali ini, adalah seputar hubungan rumah tangga. Lebih tepatnya lagi hubungan rumah tangga, dimana sang suami pernah berselingkuh.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah seorang pria, atau seorang suami, bisa benar-benar melupakan selingkuhannya?

Sering kita dinasehati, bahwa sekalinya pria berselingkuh, lebih baik tinggalkan, dan tidak perlu Anda berikan kesempatan kedua. Sebab seringnya, setelah dimaafkan, si lelaki ini akan mengulangi kembali kesalahan yang sama. Alasannya, ya karena dia berpikir nanti kalau ketahuan, bakal Anda maafkan lagi.

Tetapi tidak semua dari kita, bisa membuat keputusan untuk berpisah dari suami yang telah berselingkuh. Alasan paling umum, adalah karena sudah terlanjur ada anak. Dan Anda tidak ingin si anak ini menjadi korban.
Pertanyaannya sekarang, seorang lelaki atau suami yang pernah berselingkuh, apakah ia akan bisa benar-benar melupakan selingkuhannya?

Kalau lantas lupa secara total, tentu saja tidak mungkin. Lupa secara mendadak, juga tidak mungkin. Karena amnesia selektif bukanlah sesuatu yang bisa kita usahakan untuk terjadi.

Jawaban dari pertanyaan ini, bisa berbeda. Bisa iya, bisa tidak. Ada kemungkinan seorang suami akan lupa, dan lepas seutuhnya dari si perempuan. Tetapi ada juga kemungkinan, bahwa suami tidak akan pernah benar-benar lepas dari perempuan tersebut.

Nah, faktor apa saja, yang mempengaruhi seorang pria atau seorang suami, untuk bisa benar-benar lepas dari selingkuhannya?

1. Perselingkuhan Hanya Sebatas Nafsu

Yang pertama, akan lebih mudah bagi seorang pria, untuk bisa melupakan selingkuhannya, bila tadinya perselingkuhan ini, hanya didasari nafsu belaka. Sebab itu berarti, bahwa suami tidak bercinta dengan hati, tetapi hanya mencari kepuasan semata.

Di lain pihak, jika memang dasar perselingkuhan ini adalah ketidakpuasan seksual, maka perlu ada keterbukaan dari kedua belah pihak, baik suami maupun istri, untuk bisa menyelesaikannya dengan baik. Sebaliknya, akan sulit bagi orang pria atau seorang suami, untuk meninggalkan apalagi melupakan selingkuhannya, bila perselingkuhan ini tadinya didasari rasa cinta. Kalau sudah urusan hati yang berbicara, memang sulit.

Akan sulit bagi suami untuk lepas dari perempuan tersebut, jika baginya ini adalah cinta. Bahkan bukan tidak mungkin, satu-satunya alasan suami tetap bertahan dalam pernikahan ini, adalah sekedar karena tidak ingin menyakiti Anda, maupun anak-anak.

2. Pasangan Jauh Lebih Setia

Selanjutnya, faktor kedua yang mempengaruhi, adalah kesetiaan kita sebagai pasangan. Seorang pria, akan lebih mudah melupakan selingkuhannya, manakala ia sadar, bahwa pasangannya sendiri, masih jauh lebih baik dan setia, dibandingkan perempuan yang ia jadikan selingkuhan.

Jika ternyata si selingkuhan tidak sebaik yang ia harapkan, hanya datang karena uang, maka bukan tidak mungkin seorang pria akan lepas. Sebab bagaimanapun ia sadar, bahwa dalam memilih pasangan hidup, ia lebih membutuhkan wanita yang baik luar dalam.

3. Rasa Nyaman

Adapun faktor ketiga yang juga mempengaruhi, adalah rasa nyaman. Akan sulit bagi seorang pria, untuk melepaskan diri dari selingkuhannya, bila ia terlanjur merasa nyaman.

Apalagi jika si perempuan ini dianggap lebih pengertian. Lebih lembut. Penuh kasih sayang. Maka bukan tidak mungkin, si lelaki akan benar-benar berpindah hati. Dan itu artinya akan mustahil bagi si pria untuk melupakan selingkuhannya.

4. Pasangan Memberikan Lebih daripada Selingkuhannya

Sedangkan yang keempat, seorang pria atau seorang suami, akan lebih mudah melupakan selingkuhannya, jika pasangannya bisa memberikan lebih. Dari apa yang dia dapatkan dari si selingkuhan.

Itulah mengapa, jika Anda sudah bertekad untuk mempertahankan suami, sudah bertekad untuk memperbaiki kembali rumah tangga ini, ya bersiaplah untuk pandai-pandai mengambil hati. Berikan pada suami, lebih dari apa yang diberikan oleh si perempuan lain.

Nah, keempat hal inilah, yang paling mempengaruhi, apakah seorang pria akan bisa melupakan selingkuhannya atau tidak. Tentu saja saya harapkan, agar rumah tangga Anda tidak sampai diberikan cobaan yang sedemikian rupa. Kita harapkan suami kita selalu setia.

Tetapi memang ada kalanya hidup, tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Karena itu bijak-bijaklah mengambil keputusan, saya doakan yang terbaik untuk Anda, dan semoga lekas diberikan yang terbaik pula.
Akhir kata, cukup sekian dari saya. Semoga bermanfaat.