Asal Mula Ilmu Pelet Jaran Goyang

Pamor ilmu pelet jaran goyang memang tidak pernah reda. Dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa, ajian pemikat kuno ini telah dikenal melegenda. Sebagian menjadikannya ajian pelet, sebagian lagi memanfaatkannya sebagai ilmu pengasihan tingkat tinggi.

ilmu pelet jaran goyang kuda

Asal Mula Ilmu Pelet Jaran Goyang

Menurut kisah yang dituturkan secara turun-temurun dalam tradisi masyarakat Jawa, ajian Pelet Jaran Goyang sejatinya berasal dari Raden Kumbayana. Guru tata pemerintahan, sastra dan olah senjata ini dikenal juga dengan nama Resi Duma.

Meski sakti dan rupawan, ternyata Sang Hyang Jagad Girinata atau Bhatara Guru tidak begitu saja mengiyakan keinginan Raden Kumbayana untuk menyunting putrinya, Bethari Wilutama. Bukannya mundur teratur, Raden Kumbayana malah semakin nekat mendekati sang bidadari. Sang Hyang Jagad Girinata yang termakan amarah pun berujar, “Kelakuan Andhika tidak mencerminkan watak manusia, tetapi lebih mirip kuda sembrani!”

Konon katanya, seketika itu juga langit berubah mendung. Dedaunan layu dan angin serta petir sontak beradu. Tubuh Raden Kumbayana tiba-tiba berubah menjadi seekor kuda bersayap. Kepakan sayapnya memancarkan pesona tiada dua serta membuatnya mampu terbang secepat kilat.

ilmu pelet jaran goyang kuda sembraniTetapi tidak dinyana. Bethari Wilutama bukannya merasa jijik, justru malah makin jatuh hati kepada Raden Kumbayana. Dalam hati dan angannya yang ada hanya keperkasaan si kuda sembrani saja. Seperti kehilangan rasa malunya sendiri, Bethari Wilutama sampai merengek sambil bersimpuh agar Raden Kumbayana mau menerima pernyataan cintanya. Seorangpun tidak menyangka, bahwa Raden Kumbayana yang telah beralih rupa menjadi kuda sembrani justru menguasai aji pengasihan nomor wahid, Ajian Jaran Goyang.

Seiring dengan berjalannya waktu, ilmu pelet jaran goyang bercabang dua aliran. Ada yang masih murni berbasis jawa, ada yang sudah dipengaruhi unsur Islam. Keduanya masih sama-sama menggunakan bacaan yang intinya memohon kepada Tuhan, sekalipun bahasa yang digunakan tidak persis sama.

Tadinya untuk menguasai Ilmu Pelet Jaran Goyang diperlukan sejumlah lelaku. Termasuk puasa mutih tujuh hari, puasa ngebleng dan mandi keramas. Bahkan ada yang sampai diwajibkan untuk bertirakat di kandang kuda. Bila tidak ada kandang kuda, harus dilakukan di lapangan terbuka. Sudah begitu, ritualnya perlu dilakukan tengah malam tanpa mengenakan sehelai benang. Alias telanjang bulat.

Pernah ada jejaka yang susah payah melakoni semua tirakat, tetapi malah pingsan seketika begitu ditemui wujud gaib kuda sembrani jelmaan Raden Kumbayana. Batallah semua kerja kerasnya.

Tetapi beruntunglah Anda, saat ini sudah ada Pakar Kejawen yang bisa menyempurnakan amalan Ilmu Pelet Jaran Goyang. Sehingga amalannya tidak seberat itu lagi, tetapi tanpa menghilangkan unsur tradisi spiritualnya.

Bila Anda tidak yakin sanggup menjalankan semuanya sendiri, sebaiknya berkonsultasi dulu saja. Agar Anda mendapatkan bimbingan guru yang tepat. Tanpa bimbingan seorang guru, bukan mustahil Anda justru akan berakhir gila alias tidak waras.

Incoming search terms: