Bisakah Menggunakan Ajian Pengasihan, Untuk Target Yang Punya Ilmu Pelet?

Melalui pembahasan kali ini, saya ingin membahas tentang bisa tidaknya kita mengamalkan ajian pengasihan, untuk membantu meluluhkan hati seseorang, yang mana orang ini punya pegangan, atau punya ilmu pelet.

Tidak jarang sebenarnya, saya menerima pertanyaan semacam ini. Banyak orang, berkonsultasi kepada saya, dengan tujuan untuk memikat hati orang tertentu. Kemudian saya sarankan untuk mengamalkan ilmu pengasihan.

Akan tetapi, yang bersangkutan ini kemudian ragu. Karena sepengetahuannya, target yang ia tuju ini, punya pegangan. Punya ilmu pelet, atau jimat pelet. Bahkan tidak jarang, yang berkonsultasi kepada saya ini yakin sekali, bahwa yang menjadikannya jatuh hati pada orang tersebut, awalnya adalah karena ia diguna-guna, dengan ilmu pelet yang dimiliki oleh targetnya.

Jadi apakah masih bisa, target ini dipengaruhi dengan ilmu pengasihan? Hal semacam ini, sebenarnya tidak masalah. Selama Tuhan menghendaki, maka dengan amalan pengasihan tertentu, target ini masih bisa diluluhkan hatinya.

Soal ilmu pelet yang dimilikinya, atau jimat pelet yang dimilikinya, atau bahkan khodam yang dimilikinya, tidak lantas berpengaruh besar, pada amalan yang Anda jalankan. Dibandingkan dengan ilmu peletnya, yang lebih mempengaruhi hasil amalan kita, adalah watak targetnya.

Semakin keras wataknya, maka memang akan semakin sulit untuk dipengaruhi. Tetapi yang namanya sulit, bukan berarti tidak mungkin.
Kaitannya dengan pegangan spiritual, maka semua orang berhak untuk punya pegangan. Masing-masing dari kita berhak untuk mengamalkan suatu ilmu. Termasuk target Anda, termasuk Anda sendiri juga.


Baca Juga :


Terlebih, amalan dari saya adalah amalan putih. Bukan berupa ilmu hitam, yang akan mental terhalang pagar gaib. Amalan putih bekerja secara alami, tanpa resiko apapun. Termasuk jika diamalkan, untuk meluluhkan seseorang yang sejatinya punya pegangan.

Syaratnya, tentu saja adalah niat baik. Serta kesungguhan hati. Karena bila niat kita tidak baik, atau bila kita tidak sungguh-sungguh, maka akan sulit bagi amalan pengasihan untuk bekerja. Kesungguhan kita, akan lebih mempengaruhi hasil amalan kita, dibandingkan pegangan yang dimiliki target kita.

Apalagi bila kita hanya berangkat dari sebuah dugaan saja. Contoh, Anda dulu dikejar-kejar oleh kekasih Anda ini. Padahal awalnya Anda tidak menaruh hati, tetapi lama-lama luluh juga. Dan setelah Anda luluh, si dia malah mencampakkan.

Anda pun mulai berpikir, jangan-jangan rasa suka Anda ini tidak wajar. Jangan-jangan kekasih Anda tersebut punya pelet. Jangan-jangan Anda suka, karena diguna-guna. Sehingga sekarang Anda ingin balas memeletnya juga.

Padahal Anda tidak bisa benar-benar membuktikan, bahwa kekasih Anda melakukan hal tersebut. Hanya didasarkan pada kecurigaan, atau kesaksian orang tertentu, yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Pikiran negatif semacam inilah, yang baiknya kita jauhkan. Jangan sampai ada tuduhan di benak kita. Sebab pikiran buruk semacam ini, malah akan mempersulit langkah kita sendiri. Akan mencederai keikhlasan kita, padahal ikhlas adalah salah satu hal, yang mempermudah datangnya berkah. Termasuk berkah dari amalan yang Anda jalankan.

Intinya, apakah bisa kita mengamalkan pengasihan, untuk membantu meluluhkan hati seseorang, yang punya pegangan ilmu pengasihan juga? Jawabannya adalah bisa. Yang penting Anda niatkan dengan baik, dengan ikhlas, dan pasrahkan hasilnya kepada Tuhan. Semoga diberikan yang terbaik untuk Anda berdua.