Bolehkah Memelet Seseorang untuk Balas Dendam?

Sebagian dari Anda, mungkin masih ingat. Dulu pernah saya sampaikan, tentang sejumlah alasan, mengapa orang mengamalkan ilmu pengasihan. Bahasan kita kali ini, masih ada kaitannya dengan itu.

Kebanyakan orang, menganggap ilmu pengasihan sebagai sebuah solusi. Sekaligus upaya. Karena itulah bagian kita sebagai manusia. Kita berdoa, kita berupaya, agar Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita. Tetapi tidak sedikit juga, orang yang ternyata menganggap ilmu pengasihan sebagai alat balas dendam.

Jadi misalkanlah ada seseorang. Ia mengalami sakit hati, dicampakkan kekasihnya setelah bertahun-tahun menjalin hubungan. Sudah begitu, perpisahannya ini terjadi lewat pertengkaran yang menyakitkan. Sehingga meninggalkan luka yang begitu dalam, bagi kedua belah pihak.

Seperti yang pernah saya katakan, bahwa cinta dan benci itu memang bertolak belakang, tapi selalu hidup berdampingan. Ibarat dua sisi mata uang. Sehingga dalam kasus semacam ini, itulah yang terjadi.


Baca Juga :


Bertahun-tahun hubungan asmara yang dijalani, sekarang yang tersisa tinggal rasa benci.

Orang ini pun kemudian datang mengadu, kepada seorang paranormal. Dengan tujuan untuk memelet mantan kekasihnya tersebut. Karena sakit hati, karena tidak terima. Dia ingin agar targetnya tersebut tergila-gila padanya. Agar targetnya tahu seperti apa rasanya, tahu seberapa besarnya penderitaan dia.

Jadi dalam hal ini, sama sekali tidak ada alasan cinta. Orang ini sama sekali tidak berminat untuk kembali menjalin hubungan, sudah tidak ada lagi rasa sayang, hanya sekedar ingin membalaskan dendam saja.

Nah, apakah yang demikian ini boleh? Apakah boleh, kita menggunakan ilmu pelet atau pengasihan, murni dengan tujuan untuk membalaskan dendam saja?

Sebagai seorang konsultan, tentu saja perlu saya sampaikan bahwa niat yang semacam ini, adalah niat yang tidak bijak. Apalagi aliran saya aliran putih. Layanan apapun yang sifatnya sekedar untuk balas dendam, memang disini tidak menyediakan.

Ketika kita menggebu-gebu, untuk memelet seseorang, hanya karena ingin membalas dendam, itu tidak ubahnya seperti kita menggunakan santet, untuk menyerang seseorang yang kita benci.

Memang, sebagai manusia kita berhak merasakan sakit hati. Apalagi memang posisinya kita benar-benar disakiti. Tetapi bila kita lantas membalas dengan rasa sakit juga, lantas apa bedanya kita dengan orang ini?

Kita seringkali lupa, bahwa di dalam sebuah perpisahan, ada dua pihak yang terluka. Kita terluka, pasangan kita juga. Meskipun memang, tidak jarang salah satu pihak lebih dirugikan. Karena sudah terlanjur berkorban terlalu banyak.

Jika hal semacam ini terjadi pada kita, baiknya kita jadikan pengalaman dan pelajaran. Inilah dampaknya, bila kita menaruh harapan yang terlalu besar pada orang lain. Dan di sisi lain, anggaplah ini sebagai cara Tuhan mengingatkan kita, bahwa bukan orang ini yang terbaik. Lebih baik tahu busuknya sekarang, daripada menyesal belakangan.

Sekiranya Anda berminat atau berniat untuk mengamalkan Ilmu Pengasihan, maka amalkanlah dengan niat yang baik dan benar. Ini merupakan syarat yang utama. Niat kita untuk membahagiakan, bukan untuk menyengsarakan.

Tidak jarang, bila niat kita tidak baik, maka hasilnya pun tidak sebaik yang kita harapkan. Disinilah letak pentingnya niat dan kesungguhan.
Sampai disini, kurang lebihnya demikianlah yang dapat saya sampaikan, seputar apakah kita boleh mengamalkan pengasihan, dengan tujuan untuk membalas dendam.