Kebiasaan Buruk Saat Pacaran Ini Harus Anda Hindari!

Masa pdkt bisa dibilang menjadi fase terindah dalam menjalin sebuah hubungan, karena disini Anda maupun pasangan akan melakukan yang terbaik untuk bisa menjalin hubungan yang ideal. Namun setelah hubungan tersebut tercapai, kebanyakan orang akan merasa bosan dan menunjukan sifat aslinya, termasuk kebiasaan buruk dengan pasangan.

Biasanya banyak yang mengeluh pasangannya menjadi berubah setelah pdkt berlalu, bahwa pasanga tidak semanis dulu, tidak secantik dulu, atau bahkan menjadi berubah drastis. Hal ini bisa membahayakan hubungan Anda jika dibiarkan terus menerus. Kami akan bahas kebiasaan buruk apa saja yang sering terjadi dan bagaimana solusinya.

5 Kebiasaan Buruk Saat Pacaran

Manusia memang tidak ada yang sempurna, hal ini juga berlaku pada pasangan Anda yang memiliki kekurangan. Namun jika kekurangan tersebut bisa diperbaiki, kenapa tidak? Hal itu akan menjadi baik untuk kelangsungan hubungan, berikut beberapa kebiasaan buruk saat berkencan maupun saat menjalin hubungan pacaran:

1. Malas Berdandan

Selama pdkt selalu terlihat rapi, wangi, cantik, ganteng, dan menawan. Namun setelah pacaran mungkin Anda cenderung akan menjadi diri sendiri, dan tidak memperdulikan tampilan lagi. Hal ini berlaku untuk perempuan dan laki-laki, malas berdandan menjadi salah satu kebiasaan buruk yang sering terjadi. Anda harus memperbaikinya sebisa mungkin sebelum hubungan menjadi semakin buruk.

2. Tidak Tepat Waktu

Memiliki pasangan yang sabar memang sangat menyenangkan, namun hati-hati jangan sampai dia habis kesabaran. Ketepatan waktu menjadi salah satu kebiasaan buruk dengan pasangan yang selalu terabaikan, namun hal ini ternyata sangat penting karena pasangan yang susah on time memiliki resiko putus 40%. Jangan buat pasangan Anda menunggu terlalu lama jika tidak ingin kehilangannya.

3. Terlalu Cuek

Sifat cuek mungkin seringkali tidak disadari, namun pasangan Anda bisa saja tidak nyaman dengan hal ini. Coba ingat kembali seberapa perhatiannya Anda saat menjalani pdkt? Usahakan perhatian tersebut tetap dipertahankan, agar tidak membuat pasangan Anda kecewa dan merasa tidak dipedulikan. Sempatkan untuk menanyakan bagaimana harinya, bagaimana perasaannya, dan lainnya.

4. Over Protective

Semakin lama hubungan terjalin, biasanya Anda akan merasa ketakutan atas kehadirannya orang lain dalam hubungan. Hal inilah yang menjadi akar dari sifat over protective, ketahuilah bahwa siapa saja tidak suka dikekang seperti ini. Biarkanlah pasangan Anda melakukan kegiatannya tanpa campur tangan berlebihan dari Anda, tanamkan komunikasi dan kepecayaan yang kuat dalam hubungan.

5. Tidak Menjadi Prioritas

Prioritas setiap orang memang berbeda-beda, tidak selama pasangan Anda harus menjadi prioritas. Namun alangkah baiknya jika sesekali memprioritaskan pasangan, demi keberlangsungan hubungan yang baik. Sebenarnya hal ini tidak perlu menjadi saran, karena jika Anda benar-benar menyayangi pasangan, maka memprioritaskan kesayangan Anda akan menjadi hal yang otomatis dilakukan.

6. Kurang Bertanggung Jawab

Rasa tanggung jawab tidak haru selalu dalam konteks yang serius, Anda bisa memperhatikannya melalui hal kecil. Misalnya Anda mengatakan “lihat nanti saja/ gimana nanti” untuk hal yang sedang didiskusikan, hal ini mencerminkan rasa kurang bertanggung jawab. Selain itu kata “maaf lupa” yang terlalu sering, juga menunjukan bahwa Anda bukan orang yang pandai bertanggung jawab.

Menjalin hubungan memang tidak seindah pdkt, namun Anda harus berhasil menghadapinya jika ingin terus bersama orang yang disayangi. Memperhatikan dan bertanggung jawab atas hal yang kecil saja, bisa membuat pasangan yakin bahwa Anda serius atau tidak dalam menjalin hubungan. Maka dari itu jika benar menyayanginya, perbaikilah kebiasaan buruk dengan pasangan sebisa mungkin.