Mengapa Pelet Tidak Berhasil

Sebagian dari Anda mungkin telah mengetahui bahwa sehari-harinya saya dikenal sebagai konsultan kejawen. Saya banyak menerima pertanyaan seputar masalah pelarisan, karir, asmara, hingga rumah tangga.

Khusus di ranah asmara, banyak sekali pertanyaan yang saya terima, seputar ilmu pelet dan pengasihan. Terutama dari mereka yang sudah pernah mengamalkan berbagai macam ilmu pemikat, tetapi masih juga tidak mendapatkan hasil sama sekali.

Dari ilmu-ilmu atau ajian yang sudah mereka amalkan tersebut, ada yang mantranya berbahasa Jawa, ada yang berbahasa Arab, ada yang didapatkan dari seorang kyai, ada juga yang dari pendeta. Semuanya berujung sama. Sama-sama tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Kemudian para pengamal yang gagal menjalankan ilmunya ini pun datang kepada saya dan bertanya, kenapa ilmu pelet yang saya amalkan tidak berhasil? Kenapa tidak berefek? Kenapa tidak bereaksi? Kenapa target biasa saja? Bahkan banyak yang bertanya dengan nada setengah menuduh dan menyalahkan, padahal mereka mendapatkan amalan tersebut bukan dari saya.

Karena itu saya merasa perlu untuk membahas, tentang penyebab mengapa amalan ilmu pelet atau ilmu pengasihan belum memberikan hasil sesuai harapan. Jadi kepada Anda yang sejauh ini sudah mengamalkan macam-macam amalan tapi hasilnya masih nol besar, bisa jadi penyebabnya adalah salah satu dari beberapa hal berikut ini:

1. Keraguan Si Pengamal

Yang pertama, adalah keraguan. Mau seampuh apapun ilmu pelet yang Anda amalkan, kalau di hati Anda ada perasaan tidak yakin terhadap guru yang memberikan ilmu, maka ilmu tersebut tidak akan pernah berfungsi.

Misalnya Anda datang kepada seorang paranormal, Anda berkonsultasi, meminta saran, kemudian diberikan amalan sebagai solusi. Tetapi kemudian Anda bertanya, ‘apakah itu nanti bisa berhasil?’ ‘apakah ini dijamin?’ atau kadang juga orang bertanya, ‘tapi si target ada pagar gaib, apakah masih bisa tembus?’

Pertanyaan semacam ini merupakan pertanda, bahwa masih ada keraguan dalam benak Anda. Padahal seharusnya, ketika Anda memutuskan untuk mencari bantuan, Anda sudah harus siap memasrahkan hasilnya kepada Tuhan.

Bayangkan kalau Anda ke dokter, Anda konsultasi soal penyakit Anda, oleh dokter didianogsa dan diresepkan obat. Masa iya Anda akan bertanya, ‘ini nanti dijamin pasti sembuh tidak dok?’ Logikanya, dokter yang baik tidak mungkin menjawab pertanyaan ini. Sebab kesembuhan itu milik Tuhan. Baik dokter maupun obatnya, hanyalah perantara. Kalau memang dari awal Anda tidak yakin bahwa dokter ini bisa membantu, lantas buat apa Anda kesana? Itu penyebab pertama.

2. Tidak Konsisten

Penyebab kedua, adalah sikap tidak konsisten. Bila diresepkan obat untuk diminum secara teratur, maka minumlah secara teratur. Bila diberikan amalan untuk dibaca secara rutin, maka bacalah secara rutin.

Keberhasilan tidak bisa dicapai dengan sikap tergesa-gesa. Maunya cepat selesai, maunya cepat ada hasil, tapi amalannya bolong-bolong. Kadang dibaca, kadang tidak. Ya mana mungkin bisa berhasil.


Baca Juga :


3. Tidak Mengikuti Petunjuk Yang Diberikan

Selanjutnya, atau penyebab ketiga, adalah tidak mengikuti petunjuk yang diberikan. Misalnya, diberikan amalan untuk dibaca rutin selama sekian hari berturut-turut. Tetapi Anda berusaha menawar amalan tersebut dan hanya mengamalkannya selang-seling atau semau Anda saja. Ibaratnya obat, kalau memang tidak diminum sesuai dosis yang dianjurkan, tentu sulit kita mencapai kesembuhan.

4. Terlalu Banyak Dosa Besar

Penyebab keempat, adalah terlalu banyak melakukan dosa besar. Banyak orang mengamalkan ilmu pelet, tetapi tidak siap meninggalkan gaya hidupnya. Masih ingin minum-minuman keras, masih suka menyakiti orang lain, ingin terbebas dari hutang tapi masih ingin tetap main judi.

5. Tidak Ada Perubahan Sikap

Penyebab selanjutnya, atau yang kelima, adalah tidak ada perubahan sikap. Ibaratnya kalau kita sakit, sambil kita minum obat, tentu kita diharapkan untuk hidup sehat, bukan? Supaya lebih cepat sembuhnya. Percuma kita minum obat diabetes kalau tiap saat masih makan dan minum manis-manisan.

Demikian halnya dengan ilmu pengasihan. Akan percuma semua mantra dan doa yang Anda baca, kalau tidak dibarengi dengan perubahan sifat & sikap, serta cara membawa diri di hadapan orang lain. Paling tidak, biasakan menjaga kebersihan. Pakai wewangian. Lebih bagus lagi kalau Anda bisa belajar memadupadankan busana dengan lebih baik.

6. Tidak Ikhlas

Alasan terakhir, atau yang keenam, adalah adanya rasa tidak ikhlas ketika memberikan mahar kepada pemberi ilmu. Jika ada rasa tidak ikhlas dalam hati Anda, akankah Tuhan ikhlas memberikan berkah-Nya? Adalah wajar, jika kita berharap suatu obat bisa didapatkan secara gratis. Tetapi jika obat yang gratis ini kemudian tidak memberikan hasil sesuai harapan, apakah kita masih ada hak untuk mengeluh?

Nah, itulah tadi kurang lebihnya, hal-hal yang menjadikan amalan ilmu kita belum membuahkan hasil. Bila hal yang demikian ini pernah terjadi pada Anda, semoga bahasan kita kali ini bisa menjadikan wawasan sekaligus pembelajaran tersendiri.

Saya doakan semoga hajat apapun yang Anda inginkan dapat terkabul secepatnya, atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Terutama hajat-hajat yang terkait pengasihan atau asmara