Mengenal Pelet Pengeretan, Benarkah Bisa Digunakan Untuk Memoroti Korban?

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, bahwasannya pelet atau ilmu pelet, itu banyak jenisnya. Karena tujuannya juga beda-beda. Salah satunya adalah Pelet Pengeretan. Bagi Anda yang belum tahu apa itu Pelet Pengeretan, boleh baca artikel ini sampai selesai.

Pelet, secara garis besar adalah keilmuan spiritual yang ditujukan untuk mempengaruhi perasaan seseorang. Sedangkan pengeretan, adalah jenis ilmu pelet yang sebenarnya, ditujukan untuk memancarkan daya pesona tingkat tinggi. Hingga menyilaukan kesadaran orang yang terpikat. Maka dari itu saking terpikatnya, ia rela mengabulkan apapun yang menjadi keinginan pemakai ilmu ini.

Sampai disini Anda mungkin sudah menyadari, mengapa sekarang pengeretan memiliki konotasi yang sangat buruk. Karena memang pada prakteknya, banyak orang memanfaatkan keilmuan ini untuk tujuan yang kurang bijak.
Contohnya, dengan sengaja mengincar lawan jenis, untuk kemudian diporoti hartanya hingga habis.

Ibaratnya sebilah pisau lah. Tajam, memang. Bisa dipakai memasak. Tapi kalau dipakai untuk menikam orang tentu saja salah. Pelet pun begitu. Bila ditujukan agar kita bisa menasehati seseorang ke arah kebaikan, maka akan menjadi bermanfaat. Tapi kalau diniatkan agar semua keinginan kita dituruti, maka pasti akan kalah di salah satu pihak.

Paling umumnya, saat ini yang terjadi di masyarakat, pengeretan dipakai apabila kita memiliki pasangan yang cenderung pelit. Tujuannya agar lebih royal dan perhatian. Tetapi ada juga yang memakai pengeretan untuk memikat calon pembeli, atau calon klien, agar tertarik menggunakan barang atau jasa kita. Kalau yang seperti ini biasanya dilakukan oleh para pegawai marketing.

Ada juga yang memakai pengeretan untuk melunakkan hati atasan, agar tidak pelit dan lebih pengertian. Tidak melulu marah-marah di tempat kerja, dan lebih kasih kepada kita sebagai bawahannya.

Apapun tujuannya, paling tidak yang menjadi prioritas kita adalah niatnya dulu. Niatnya harus baik. Kalau tidak yakin kita bisa berniat baik, lebih baik jangan. Apalah artinya kebahagiaan kita, kalau orang lain sampai menderita.
Dari pengalaman saja sejauh ini, banyak juga yang mengeluh. Katanya pasangannya terkena pelet pengeretan. Hingga lupa anak istri, dan semua hartanya diberikan kepada si perempuan.

Kalau sudah begini, bagaimana? Kalau sudah begini ya harus dilunturkan dulu pengaruh peletnya. Agar tidak semakin menjadi dan mengorbankan rumah tangga serta keluarga. Kurang lebihnya seperti itu, yang dapat saya sampaikan seputar pengeretan.