Tentang Mahabah, Amalan Pengasihan Islam

Amalan pengasihan Islam disebut Mahabah. Kalau mau menggunakan kalimat yang lebih ekstrim, mahabah itu ibaratnya pelet cinta Islam. Tidak ada mantra, tetapi menggunakan bacaan yang berasal dari Kitab Suci Al Qur’an.

Bedanya Mahabah dengan Pengasihan

mahabah amalan pengasihan islamMahabah sudah pasti pengasihan. Tetapi pengasihan belum tentu mahabah. Karena dalam mahabah, bacaannya adalah bacaan berbahasa Arab. Biasanya berasal dari Kitab Suci Al Qur’an. Sehingga siapapun pasti yakin benar bahwa yang namanya Mahabah itu halal.

Bukan sekedar halal, malah. Tetapi mengamalkan mahabah juga dianggap sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena nama-Nya lah yang kita lantunkan. Kepada-Nya lah kita meminta.

Padahal kalau hanya karena itu, sebenarnya sama saja. Mengamalkan ilmu pengasihan pun kita tetap meminta kepada Tuhan. Bedanya, ilmu pengasihan kalau bersumber dari ajaran kejawen, ya bacaannya berbahasa Jawa Kuno. Sehingga lebih tepat dianggap mantra daripada doa.

Doa Dalam Mahabah, Mantra Dalam Pengasihan

Dua istilah ini memiliki satu fungsi. Doa dalam mahabah tidak ubahnya seperti mantra dalam ilmu pelet atau pengasihan. Intinya kita meminta, intinya kita memohon. Bedanya, kalau pakai mantra, kita bisa memahami benar apa yang kita panjatkan. Sedangkan bila memaksa untuk menyebutkannya dalam bahasa Arab, belum tentu kita tahu persis apa yang sebenarnya kita utarakan.

Memang, Tuhan memahami keinginan setiap hamba-Nya, bahkan tanpa hamba tersebut perlu meminta. Tuhan juga paham semua bahasa, tidak peduli dengan cara apa Anda mengutarakannya. Tetapi bila Anda tidak memahami makna dalam doa, mungkinkah Tuhan mengabulkannya?

Mahabah dan ilmu pengasihan sebenarnya memang tidak berbeda. Hanya berbeda dalam hal bahasa yang digunakan saja. Selama Anda tetap meminta kepada Tuhan, tidak ada salahnya mengamalkan Ilmu Pengasihan. Tak ubahnya seperti mengamalkan doa pengasihan Islam.

Itulah kenapa Mahabah Nabi Yusuf sering juga disebut sebagai Pelet Nabi Yusuf. Isi amalannya ya sama. Hanya saja kalau disebut Pelet Nabi Yusuf, berarti amalannya sudah disesuaikan dengan tradisi spiritual masyarakat Jawa. Jadi si pengamal ini tahu benar apa yang ia niatkan. Bukan sekedar ikut-ikutan apa yang gurunya persyaratkan.

Incoming search terms: